EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SALAK MENJADI TEH HERBAL KEPADA ANGGOTA PKK DESA BANJAR SEMINAI
DOI:
https://doi.org/10.33480/gm04fc38Keywords:
asset-based community development, community empowerment, herbal tea, salak, salak skin wasteAbstract
Banjar Seminai Village, located in Dayun District, Siak Regency, is the largest producer of snake fruit, with production reaching 8,403.92 quintals in 2024. This large production volume has led to an increase in snake fruit peel waste, but it has not been optimally utilized yet. This problem give a potentially polluting the environment and miss economic opportunities for the community. The purpose of this community service activity is to educate on utilizing snake fruit peel waste into a valuable product in the form of herbal tea. The approach employed is Asset-Based Community Development (ABCD) with the stages of village asset identification, outreach, participatory discussions, and demonstrations of herbal tea making. This activity was attended by the Banjar Seminai Village community, including snake fruit farmers, housewives, and village youth. The activity's outcomes demonstrated a growth in the community's knowledge and awareness on regarding snake fruit peel waste management, as evidenced by the active participation of participants during the discussion and their interest in trying to process snake fruit peel waste independently. The community also expressed their interest in developing businesses based on local products. The end result of this activity is that utilizing salak peel waste to make herbal tea it’s not only increases environmental awareness but also creates a new economic opportunities for the community. This activity aims to serve as the initial phase in creating sustainable, high-quality village products and boosting the local economy.
References
[1] BPS Kabupaten Siak, “Kabupaten Siak Dalam Angka 2025,” siakkab.bps.go.id, 2025. https://siakkab.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/468582462100974e7db2a121/kabupaten-siak-dalam-angka-2025.html (accessed Sep. 12, 2025).
[2] BPS Kabupaten Siak, “Kecamatan Dayun Dalam Angka 2024,” siakkab.bps.go.id, 2024. https://siakkab.bps.go.id/id/publication/2024/09/26/0e05d58e6d073d42febc3399/kecamatan-dayun-dalam-angka-2024.html (accessed Sep. 12, 2025).
[3] Y. C. E. Silalahi, A. H. Ritonga, Adiansyah, and M. Silitonga, “Sosialisasi Manfaat Kulit Salak Yang Mampu Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Curah,” J. ABDIMAS Mutiara, vol. 2, no. 1, 2021, doi: https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JAM/article/view/2576.
[4] O. N. Irama, L. Handayani, S. Tiara, and S. N. Hasanah, “Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Salak Menjadi Teh Herbal pada Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu,” J. Liaison Acad. Soc., vol. 5, no. 2, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.58939/j-las.v5i2.842
[5] J. A. Sari, L. Febriansyah, D. A. Apriliyani, and R. T. Fadhiasari, “Pemanfaatan Kulit Salak Untuk Dijadikan Teh dan Manfaatnya Bagi Kesehatan,” J. Sci. Innov. Technol., vol. 4, no. 1, 2023, doi: https://doi.org/10.47701/sintech.v4i1.3800.
[6] N. Sholihah and F. M. Tarmidzi, “Diversifikasi dan Optimalisasi Pengelolaan Kulit Salak Melalui Perlakuan Suhu dan Durasi Penyeduhan,” J. Sos. Hum. dan Pendidik., vol. 6, no. 2, 2022, doi: https://doi.org/10.32487/jshp.v6i2.1390.
[7] N. D. Ribatul, F. Prasetya, and S. Badawi, “Pengaruh Pemberian Teh Kulit Buah Salak (Salacca zalacaa) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit yang di Induksi Aloksan,” J. Sains dan Kesehat. (J. Sains Kes.), vol. 5, no. 1, 2023, doi: https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/345.
[8] M. Q. Kanon, Fatimawati, and W. Bodhi, “Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus L.) Yang Diinduksi Sukrosa,” PHARMACON, vol. 1, no. 2, 2012, doi: https://doi.org/10.35799/pha.1.2012.486.
[9] A. Ridho, N. Wathoni, A. Subarnas, and J. Levita, “Insights of Phytoconstituents and Pharmacology Activities of Salacca Plants,” J. Appl. Pharm. Sci., vol. 9, no. 10, 2019, doi: 10.7324/JAPS.2019.91017.
[10] W. Andriani, Gunawan, Suswono, Nurkholis, R. D. C. Kurniawan, and T. A. Sugiarto, “Pemanfaatan Kulit Salak Sebagai Teh Herbal Melalui Pelatihan AplikasiPenjualan Online Di Desa Jlegong Banjarnegara,” DIMAS J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 5, 2024, doi: https://doi.org/10.57101/dimasjurnal.v2i5.286.
[11] R. B. W. Astomo, M. A. Syahputra, and A. Mahmudah, “Talak Organik Wonosalam: Produk Inovasi Teh Dari Limbah Kulit Salak Untuk UMKM Desa Wonosalam Kabupaten Jombang,” J. ABDIKARYA, vol. 5, no. 1, 2023, doi: https://doi.org/10.47080/abdikarya.v5i1.2389.
[12] D. E. Martini, S. Salsabilah, Y. Rochma, S. E. Puspitasari, S. K. Putri, and K. A. Prasetiawan, “Pelatihan Pembuatan Produk Teh Kulit Salak Skala Home Industri Bagi Ibu-Ibu Pkk Desa Karangrejo Lamongan,” Adimas Muhla, vol. 3, no. 4, 2022, doi: https://jurnal.umla.ac.id/index.php/JA/article/view/566.
[13] F. S. Putra, M. Rosida, F. G. Muhammad, M. F. Alamsyah, W. N. Isnayyah, and M. Billah, “Inovasi Teh Dari Kulit Salak Untuk Mengurangi Limbah Kulit Salak di Desa Galengdowo, Wonosalam, Jombang,” J. Hum. Resour. 24/7 Abdimas, vol. 2, no. 3, 2024, doi: https://jhr247.org/index.php/JHR247AMAS/article/view/129.
[14] A. Inayaturrohmah et al., “Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Salak Menjadi Minumanteh Herbal Alami Sehat Dan Ekonomis,” Merdeka Indones. J. Int., vol. 5, no. 1, 2025, doi: https://doi.org/10.69796/miji.v5i1.354.
[15] F. N. Lubis et al., “Sosialisasi Program Pengolahan Produk Olahan Dari Kulit Buah Salak (Salacca Zalacca) di Desa Rumah RIH,” Pengabdi. Kpd. Masy. Indones. SEAN (ABDIMAS SEAN), vol. 2, no. 2, 2024, doi: 10.58471/abdimassean.v2i02.621.
[16] R. K. Saputri, A. D. Ardianti, R. A. K. Saputra, M. R. Anwar, and M. M. Huda, “Pelatihan Produksi Teh Kulit Salak Bagi Ibu Rumah Tangga Sebagai Produk Wirausaha,” J. Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy. UNSIQ, vol. 11, no. 1, 2024, doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v11i01.5683.
[17] M. A. F. Habib, “Kajian Teoritis Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif,” Ar Rehla J. Islam. Tour. Food, Islam. Travel. Creat. Econ., vol. 1, no. 2, 2021, doi: 10.21274/ar-rehla.v1i2.4778.
[18] D. Y. Putri, S. Utami, N. Halid, H. Khotimah, and Y. Yueniwati, “Research Development of Salacca Zalacca Skin Against Metabolic Syndrome: A Review,” World J. Adv. Res. Rev., vol. 24, no. 3, 2024, doi: 10.30574/wjarr.2024.24.3.3707.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edo Arribe, Syahvi Ramadhan, Yoga Surya Agustion, Vhany Syafri Andini, Edwi Ferlanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






