GIZI DAN BUDAYA: EDUKASI PANGAN LOKAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM KARANG ASAM FESTIVAL KABUPATEN MUARA ENIM
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i2.8226Keywords:
culture, Karang Asam Festival, local food, nutritionAbstract
The shift in community consumption patterns toward fast food has led to a decline in the utilization of nutritious local foods. This community service activity aims to provide nutrition education based on a cultural festival to improve nutritional knowledge and increase public interest in consuming healthy local foods in Karang Asam Village, Muara Enim Regency. Academically, this activity contributes to the development of a community service method based on community-based participatory research (CBPR) that integrates aspects of health, culture, and community participation. The method employed a participatory approach with a cultural strategy through the annual Karang Asam Festival (KAF). The intervention was implemented through a Nutrition Education Zone and a Healthy Local Food Innovation Competition involving junior high school students. The evaluation was conducted using a pre-test and post-test design. The results indicate an increase in public interest in consuming healthy local foods, as well as greater awareness of the importance of preserving local food culture. These findings suggest that cultural festivals can serve as an effective medium for nutrition education.
References
[1] Undang-Undang Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Indonesia, 2012. Accessed: Jul. 01, 2025. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Details/39100
[2] Pergizi Pangan Indonesia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2017. Indonesia, 2017, pp. 1–9. Accessed: Apr. 04, 2026. [Online]. Available: https://pergizi.org/peraturan-pemerintah-tentang-gizi-dan-pangan/
[3] D. Hafizah and R. Hakimi, “Evaluation Of Local Food Industry Development Program Activities In West Sumatera,” Journal of Integrated Agribusiness, vol. 4, no. 2, pp. 1–9, Nov. 2022, doi: 10.33019/jia.v4i2.3134.
[4] C. Titaley, N. M. Sallatalohy, and F. P. Adam, “Status Ketahanan Pangan dan Faktor Sosio-Ekonomi pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan,” agriTECH, vol. 40, no. 1, p. 1, Mar. 2020, doi: 10.22146/agritech.37009.
[5] Merrill Singer, Hans A. Baer, Debbi Long, and Alex Pavlotski, Introducing Medical Anthropology: A Discipline in Action, 3rd ed. Lanham, Maryland: Lanham, Maryland : Rowman & Littlefield, 2021.
[6] Noviansyah, “Dorong Kemandirian Pangan, Pemkab Muara Enim Beri Pelatihan Inovasi Produk Lokal,” Rmol Sumsel, Muara Enim, Oct. 31, 2024. Accessed: Jul. 01, 2025. [Online]. Available: https://www.rmolsumsel.id/dorong-kemandirian-pangan-pemkab-muara-enim-beri-pelatihan-inovasi-produk-lokal?utm_source=chatgpt.com
[7] Z. Kapsdorferová, N. Koca, and P. Owusu-Darko, “Sustainable Food Systems and Sustainable Diet,” in Consumer Perceptions and Food, Singapore: Springer Nature Singapore, 2024, pp. 319–332. doi: 10.1007/978-981-97-7870-6_16.
[8] George Ritzer and Jeffrey Stepnisky, Modern Sociological Theory, 8th ed. Thousand Oaks, California: SAGE Publications, inc, 2017.
[9] Kemenparekraf, “Karang Asam Festival,” Event Daerah Kemenparekraf, Muara Enim, p. 1, Sep. 03, 2025. Accessed: Jan. 15, 2026. [Online]. Available: https://eventdaerah.kemenparekraf.go.id/detail-event/karang-asam-festiva
[10] Kemenkes, “Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak,” kemkes.go.id, Jakarta, p. 1, Jan. 31, 2024.
[11] Sarah Lee, “Pendidikan Gizi yang Responsif terhadap Budaya Panduan Lengkap Aspek Budaya Makanan dan Gizi,” Number Analytics, Jakarta, p. 1, Jun. 11, 2025. Accessed: Jul. 01, 2025. [Online]. Available: https://www.numberanalytics.com/blog/culturally-responsive-nutrition-education-guide
[12] D. S. Junida, D. B. S. E. Praptantya, L. Arlini, I. A. Mursalim, I. Mutmainnah, and N. I. Rivai, “Pangan Lokal Sebagai Pilar Identitas Budaya: Solusi Mengatasi Krisis Pangan Di Kalimantan Barat Melalui Seminar Dan Forum Group Discussion (FGD),” Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 6, no. 3, pp. 4126–4132, May 2025, doi: 10.31004/cdj.v6i3.44634.
[13] Taufik Firmanto and Gufran, “Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Uma Lengge Masyarakat Adat Maria Kabupaten Bima,” Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, vol. 13, no. 2, pp. 13–41, Sep. 2024, doi: 10.34304/jf.v13i2.282.
[14] Antonio Jawan Jawan, Frans Bapa Tokan, and Didimus Dedi Dhosa, “KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA`NG PLEA ‘(Studi Kasus Desa di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur),’” Journal Education and Government Wiyata, vol. 3, no. 1, pp. 243–273, Feb. 2025, doi: 10.71128/e-gov.v3i1.212.
[15] S. Hidayatullah et al., “Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Siswa SMP, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Surya Masyarakat, vol. 7, no. 2, p. 301, May 2025, doi: 10.26714/jsm.7.2.2025.301-310.
[16] Umi Rahmawati, Annisa Nugraheni Afridhianika, Purwaka Hari Prihanto, Mulyadi, and Rudy Irwansyah, “Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa,” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 4, no. 2, pp. 9373–9381, Nov. 2025, doi: 10.31004/jerkin.v4i2.3323.
[17] Nina Wallerstein, Bonnie Duran, John G. Oetzel, and Meredith Minkler, Community-Based Participatory Research for Health Advancing Social and Health Equity, 3rd ed. San Fransisco: Jossey-Bass, 2018.
[18] R. Parra‐Cardona, H. K. Beverly, and G. López‐Zerón, “Community‐Based Participatory Research (CBPR) for Underserved Populations,” in The Handbook of Systemic Family Therapy, Wiley, 2020, pp. 491–511. doi: 10.1002/9781119790181.ch21.
[19] Ahmad Mustanir, Hariyanti Hamid, and Rifni Nikmat Syarifuddin, Perencanaan Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Wanita Tani, 1st ed. Pasuruan: Qiara Media, 2022.
[20] Wilopo, Rizki Dewantara, and Wiyata, Metodologi Penelitian Sistem Berbasis Action Research, 1st ed. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2023.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Decka Pratama Putra, Mery Yanti, Randi Randi, Tresno Tresno, Vieronica Varbi Sununianti, Istiqoma Istiqoma, Ghina Reftantia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






