PENGOLAHAN PEPAYA MENJADI STIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA NUAONE

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i2.8249

Keywords:

creative economy, community empowerment, papaya, stick papaya

Abstract

Papaya is a widely available horticultural commodity in Nuaone Village, Detusoko District, Ende Regency; however, its utilization remains suboptimal and its market value is relatively low. This community service activity aims to enhance community knowledge and skills in processing unripe papaya into papaya sticks as a value-added product based on local potential. The program was implemented through socialization, training, and hands-on practice using a participatory approach, including material presentation, discussions, and assistance in production and packaging processes. The results show an increase in community understanding of local resource utilization, food processing techniques, and the importance of packaging to improve product competitiveness. Participants were able to follow all stages of production, from raw material preparation to packaging, and successfully produced papaya sticks suitable for consumption and potential commercialization as home-based products. Economically, processing papaya into papaya sticks offers higher profit opportunities compared to selling fresh papaya. The abundance of raw materials, simple production process, and relatively low capital requirements make this business accessible to the community. The product also has higher selling value, providing additional household income if produced consistently and marketed with attractive packaging. Overall, this activity positively impacts community knowledge and skills while opening opportunities for developing a local-based creative economy. Papaya stick production has strong potential as an alternative business to support community independence and improve rural welfare.

References

[1] D. Afrilia, A. Rahmadani, W. L. C. Maharani, and Y. Avianto, “Pelatihan Pemanfaatan Pepaya Grade C sebagai Biostimulan dan Daun Pepaya sebagai Biopestisida di KWT Kenanga Ngestiharjo,” I-Com Indones. Community J., vol. 5, no. 1, pp. 84–92, 2025, doi: https://doi.org/10.70609/icom.v5i1.6078.

[2] M. U. Ridwanulloh, I. Safira, F. N. Hidayah, and M. S. Amrullah, “Pemanfaatan Buah Pepaya Menjadi Kripik Pepaya Guna Meningkatkan Ekonomi dan Kreativitas Warga Desa Panjer Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Produksi,” J. Abdi Citra, vol. 2, no. 1, pp. 41–51, 2025, doi: https://doi.org/10.62237/jac.v2i1.193.

[3] R. Setiani, E. Saputri, B. P. Ningrum, A. Rizky, A. S. Ilhami, and I. E. Sumarah, “Pelatihan Pembuatan Permen Sehat Berbasis Buah Pepaya pada Kelompok PKK Keluarahan Seloharjo, Kabupaten Bantul, DIY,” J. Abdi Masy. Indones., vol. 5, no. 3, pp. 915_926-915_926, 2025, doi: https://doi.org/10.54082/jamsi.1884.

[4] I. Prihatini and R. K. Dewi, “Kandungan enzim papain pada pepaya (Carica papaya L) terhadap metabolisme tubuh,” J. Tadris IPA Indones., vol. 1, no. 3, pp. 449–458, 2021, doi: https://doi.org/10.21154/jtii.v1i3.312.

[5] L. A. Sari, F. Oktafiani, W. R. Maisyaroh, and W. Purwasih, Pemanfaatan buah pepaya menjadi manisan guna meningkatkan nilai jual buah pepaya di Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, vol. 2, no. 2. 2023.

[6] F. Hasibuan, M. J. Sadik, A. Ditoswar, R. R. Harahap, and C. Y. Bakarbessy, Keripik Renyah untuk Semua: Panduan Produksi dengan Alat Sederhana. Cendikia Mulia Mandiri, 2025.

[7] E. Yantini and F. Handira, “Uji Organoleptik Keripik Pepaya Pada Produk Inovasi Pangan Yang Bergizi,” J. Agroindustri Pangan, vol. 3, no. 1, pp. 21–28, 2024, doi: https://doi.org/10.47767/agroindustri.v3i1.735.

[8] I. Marsaulina, “Pemanfaatan Buah Pepaya Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Siswi SMP Perguruan Islam Modern Amanah Medan Tahun 2023,” J. Matern. Kebidanan, vol. 8, no. 2, pp. 158–167, 2023, doi: https://doi.org/10.34012/jumkep.v8i2.4348.

[9] M. E. Rusmini, A. L. Masfiah, M. T. Rohman, P. A. Amanda, and S. F. Zahro, “Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Era Society 5.0 bagi Generasi Milenial,” Risal. IQTISADIYAH J. Sharia Econ., vol. 1, no. 1, pp. 26–34, 2022, doi: https://doi.org/10.59107/ri.v1i1.21.

[10] R. P. Lestari and F. L. Nisa, “Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Ekonomi: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peran dan Kontribusi,” J. Ilm. Ekon. Manajemen, Bisnis Dan Akunt., vol. 1, no. 2, pp. 385–390, 2024, doi: https://doi.org/10.61722/jemba.v1i2.61.

[11] S. Giriyanto, A. H. Romdhoni, and I. E. Prastiwi, “Peran Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Dalam Perspektif Islam,” J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 11, no. 03, 2025, doi: https://doi.org/10.29040/jiei.v11i03.17202.

[12] F. Stevani, N. Widoretno, and F. Irawan, “Collaborative Governance Sebagai Upaya Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bojonegoro: Penelitian,” J. Pengabdi. Masy. dan Ris. Pendidik., vol. 4, no. 3, pp. 14531–14538, 2026, doi: https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4525.

[13] T. Oktarina, P. Rini, A. Pingki, S. Febrianto, and H. Saputra, “Ekonomi Kreatif: Menginovasi Hasil Pertanian untuk Meningkatkan Pendapatan Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang,” Masy. Mandiri J. Pengabdi. dan Pembang. Lokal, vol. 3, no. 1, pp. 236–241, 2026, doi: https://doi.org/10.62951/masyarakatmandiri.v3i1.2864.

[14] U. Rahmawati, A. N. Afridhianika, P. H. Prihanto, and R. Irwansyah, “Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa: Penelitian,” J. Pengabdi. Masy. Dan Ris. Pendidik., vol. 4, no. 2, pp. 9373–9381, 2025, doi: https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3323.

[15] Y. Arip, D. W. Wahyuningsih, and D. P. Wardhani, “Pengolahan Makanan Ringan Berbasis Potensi Desa sebagai Sumber Ekonomi Kreatif Desa kradinan Kec Dolopo Kab Madiun,” J. Pengabdi. Masy. Manag., vol. 5, no. 2, pp. 139–146, 2024, doi: https://doi.org/10.32528/manage.v5i2.2332.

[16] S. Rohima, M. Mardalena, L. Liliana, and A. Bashir, “Pelatihan Pembuatan Abon Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga,” Sricommerce J. Sriwij. Community Serv., vol. 3, no. 1, pp. 45–50, 2022, doi: 10.29259/jscs.v3i1.36.

[17] N. T. Rahma et al., “Pelatihan Teknik Pengolahan Manisan Pepaya Muda Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Di Desa Aur Gading,” J. Pengabdi. Kolaborasi dan Inov. IPTEKS, vol. 2, no. 4, pp. 1345–1353, 2024, doi: 10.59407/jpki2.v2i4.1112.

[18] S. Sabahiyah, S. Wahyuni, N. Hasanah, and I. Ihwan, “Pelatihan Memproduksi Stik Pepaya Sebagai Alternatif Usaha Bagi Masyarakat Dusun Padamara,” SWARNA J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 11, pp. 1096–1105, 2023, doi: 10.55681/swarna.v2i11.988.

[19] D. G. A. Bayuaji et al., “Pelatihan Pengembangan Produk Olahan Berbahan Dasar Semangka Berbasis Ekonomi Kreatif Di Desa Gapura, Lombok Tengah,” J. Pengabdi. Magister Pendidik. IPA, vol. 7, no. 3, pp. 767–773, 2024, doi: https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i3.8942.

[20] M. R. Raihansyah, Y. A. Saroinsong, and S. Agustin, “Pemberdayaan Masyarakat dalam Inovasi Produk Berbasis Pisang dan Singkong Serta Edukasi Gizi Sehat Keluarga di Dasawisma Kenanga-Samarinda,” Abdimas Univers., vol. 7, no. 2, pp. 414–420, 2025, doi: https:https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v7i2.2730.

[21] A. Ansori, M. Jannah, A. Furqonuddin, M. Hibatullah, and R. Kania, “Pemberdayaan UMKM Melalui Inovasi Produk Pisang Krispi Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat,” J. Pengabdi. dan Pemberdaaan Masy., vol. 8, no. 1, pp. 7–14, 2026.

[22] A. Jufri et al., “Pengembangan Produk Olahan Berbahan Dasar Semangka Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Gapura, Lombok Tengah,” J. Wicara Desa, vol. 2, no. 4, pp. 201–210, 2024.

Downloads

Published

2026-04-28

How to Cite

[1]
“PENGOLAHAN PEPAYA MENJADI STIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA NUAONE”, abdimas, vol. 8, no. 2, pp. 374–382, Apr. 2026, doi: 10.33480/abdimas.v8i2.8249.