PEMBERDAYAAN KADER PKK KELURAHAN ARGASUNYA MELALUI PEMBUATAN TEH DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i3.7775Keywords:
breast milk, empowerment, moringa tea, PKK cadres, stuntingAbstract
Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia and is closely linked to poor nutritional intake during the first 1,000 days of life, including breast milk production and feeding. In Argasunya Village, moringa plants are abundant but have not yet been optimally utilized as a lactation-supporting product. The purpose of this community service is to develop the capacity of PKK cadres in utilizing Moringa leaves by processing them into herbal tea, so that it can become an alternative to support increased breast milk production, while also encouraging economic empowerment based on local potential. Activities were conducted through outreach, training, hands-on practice, mentoring, and evaluation, involving 35 PKK cadres. Data were collected via pre- and post-tests and observation sheets. The results showed a significant increase in knowledge: before the activity, only 14% of cadres were in the “good” category, whereas after the intervention, this increased to 74%, with no participants in the “poor” category. More than 85% of participants were also able to correctly practice the stages of moringa tea production, resulting in hygienic and marketable products. The mentoring strengthened the cadres’ ability to produce and market moringa tea as a household business opportunity. Overall, this program was effective in enhancing the capacity of PKK cadres, supporting the promotion of exclusive breastfeeding, utilizing local potential, and contributing to the prevention of stunting in the community.
References
[1] A. A. Setyawan, E. Desembrianita, M. H. Santoso, Syahril, and R. R. Kalalo, “Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Lokal,” J. Pengabdi. Masy. dan Ris. Pendidik., vol. 4, no. 1, pp. 1494–1503, 2025.
[2] M. R. Amarullah, “Pemberdayaan Kader PKK Dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Gedong Jakarta Timur,” WISSEN J. Ilmu Sos. dan Hum., vol. 2, no. 3, pp. 214–222, 2024.
[3] Y. T. Octavia, J. M. Siahaan, and E. Barus, “Upaya Percepatan Penurunan Stunting (Gizi Buruk dan Pola Asuh) Pada Balita yang Beresiko Stunting,” J. Abdimas Mutiara, vol. 5, no. 1, pp. 131–140, 2023.
[4] Kemenkes, Survey Kesehatan Indonesia (SKI). Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2023.
[5] Yuwanti, F. M. Mulyaningrum, and M. M. Susanti, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita di Kabupaten Grobogan,” CENDEKIA UTAMA J. Keperawatan dan Kesehat. Masy., vol. 10, no. 1, pp. 74–84, 2021.
[6] D. I. P. Putri, A. Reswari, and B. Sudjatmiko, “Edukasi Berbasis Komunitas dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat Mengenai Pemberian Air Susu Ibu dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu untuk Pencegahan Stunting di Kabupaten Bandung , Jawa Barat,” J. Abdi Masy. Indones., vol. 5, no. 5, pp. 2043–2052, 2025.
[7] N. Pujiastuti, N. Rahman, and S. Asiyah, “Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Membuat Olahan Daun Katuk Untuk Meningkatkan Produksi Asi Sebagai Upaya Menurunkan Stunting,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 7, no. 3, p. 2213, 2023, doi: 10.31764/jmm.v7i3.14550.
[8] K. Natasia, D. P. Rahmawati, and R. D. Ardianti, “Gambaran Prevalensi Stunting dan Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Berdasarkan Data SSGI 2024,” Ghidza J. Gizi dan Kesehat., vol. 9, no. 2, pp. 328–336, 2025.
[9] F. A. Wijaya, “ASI Eksklusif: Nutrisi Ideal untuk Bayi 0-6 Bulan,” CDK - J., vol. 46, no. 4, pp. 296–300, 2019.
[10] Sukmawati, L. Mamuroh, and F. Nurhakim, “Pemberdayaan Keluarga dan Kader Kesehatan dalam Pemanfaatan ASI Eksklusif,” Media Karya Kesehat., vol. 2, no. 1, pp. 1–10, 2019, doi: 10.24198/mkk.v2i1.19067.
[11] S. A. Sampe, R. C. Toban, and M. A. Madi, “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita,” J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada, vol. 11, no. 1, pp. 448–455, 2020, doi: 10.35816/jiskh.v11i1.314.
[12] S. Arianti, R. Siregar, Musmundiroh, and T. Setianingsih, “Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Postpartum terhadap Produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti,” J. Media Inform., vol. 6, no. 5, pp. 2585–2592, 2025.
[13] Z. Irwan, A. Salim, and A. Adam, “Pemberian cookies tepung daun dan biji kelor terhadap berat badan dan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang,” AcTion Aceh Nutr. J., vol. 5, no. 1, p. 45, 2020, doi: 10.30867/action.v5i1.198.
[14] S. D. Larasati, E. Sukmawati, S. T. Aksari, and N. D. N. Imanah, “Pemanfaatan Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi Asi Ibu Menyusui,” J. Andalas Medica, vol. 2, no. 5, pp. 182–189, 2024.
[15] L. S. Marhaeni, “Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Sumber Pangan Fungsional Dan Antioksidan,” J. Agrisia, vol. 13, no. 2, pp. 40–53, 2021, [Online]. Available: file:///C:/Users/Asus/Downloads/admin,+(Page+40-53)+Daun+Kelor+(Moringa+oleifera).pdf
[16] U. F. H. Hasibuan, M. Putri, and A. H. S. Ningrum, “Pengaruh Penggunaan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI pada Ibu Postpartum Di Desa Taman Sari,” J. Kebidanan, vol. XII, no. 02, pp. 276–283, 2020.
[17] R. K. S. D. Maesaroh Agnestiani, “Effect of Morinaga Leaves (Morinaga Oleifera) on Breast Milk Production in Post Partum Mothers,” J. Midwifery, vol. 3, no. 2, pp. 76–79, 2023, doi: 10.21070/midwiferia.v9i2.1680.
[18] N. T. Purnanto, L. Himawati, and N. Ajizah, “Pengaruh Konsumsi Teh Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi Asi Di Grobogan,” J. Keperawatan dan Kesehat. Masy. Cendekia Utama, vol. 9, no. 3, pp. 268–271, 2020, doi: 10.31596/jcu.v9i3.630.
[19] Khairunisya, Setiawati, C. D. Maharani, S. P. Putri, and E. Mulya, “Konsumsi Teh Daun Kelor Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui,” Med. Respati J. Ilm. Kesehat., vol. 20, no. 3, pp. 165–174, 2025.
[20] Hernita, J. Rabi’al, M. S. Putra, and N. Husna, “Efektivitas Pemberian Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Puesangan Selatan Kabupaten Bireuen,” J. Healthc. Technol. Med., vol. 10, no. 1, pp. 313–323, 2024.
[21] S. A. Sampe, R. C. Toban, and M. A. Madi, “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita,” J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada, vol. 11, no. 1, pp. 448–455, 2020, doi: 10.35816/jiskh.v10i2.314.
[22] I. P. S, F. Wijayanti, and M. Saparwati, “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan,” J. Kesehat. Kusuma Husada, vol. 12, no. 1, pp. 35–41, 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Ayu Kurnia, Seilefa Putri Nabila, F Fatimah, Fika Nurul Hidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






