OPTIMALISASI PENGEMBANGAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN HIDROPONIK PADA KELOMPOK PKK DESA SUKAMAKMUR SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i3.8566Keywords:
composting, household waste, hydroponic, leachate, Liquid Organic Fertilizer (POC)Abstract
The high dependence on commercial chemical fertilizers (AB Mix) in hydroponic cultivation has become a major challenge for the Family Welfare Movement (PKK) group in Sukamakmur Village, Ciomas District, Bogor Regency, resulting in high production costs. At the same time, the area generates abundant household organic waste that remains underutilized. This Community Service (PkM) program at the Open University aims to provide technical assistance and technology transfer in waste decomposition to reduce agricultural input costs while increasing the productivity of hydroponic vegetables in a independent and sustainable way. The program employed a participatory approach consisting of three stages: preparation, including coordination with the PKK group, household waste assessment, training material development, and procurement of equipment and materials; implementation, involving hands-on training on controlled anaerobic Liquid Organic Fertilizer (POC) production and composting for leachate extraction; and evaluation through observations of participants' ability to apply the acquired knowledge, pre-test and post-test questionnaires, and participant satisfaction surveys. The program significantly improved participants' capacity and farming efficiency. Average cognitive scores increased by 13.26% for POC production and 18.92% for composting techniques. Participants reported very high satisfaction, and the PKK group successfully produced high-quality organic fertilizers independently, providing a chemical residue-free nutrient alternative for hydroponic vegetables while reducing household organic waste generation.
References
[1] M. Masarmon, J. T. Hidayat, and M. Mujio, “Arahan Pengembangan Perumahan Di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor,” J. Tek. Maj. Ilm. Fak. Tek. UNPAK, vol. 24, no. 2, Dec. 2023, doi: 10.33751/teknik.v24i02.9457.
[2] S. M. Lumbantoruan et al., “Optimalisasi Pertanian di Lahan Terbatas Melalui Integrasi Hidroponik dan Pertanian Organik sebagai Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Permata Baru,” J. Pengabdi. Sos., vol. 2, no. 7, pp. 3784–3792, May 2025, doi: 10.59837/vqjg0f24.
[3] N. Najihah, M. Mutoharoh, D. Permatasari, and L. M. Ifada, “Pertanian Hidroponik sebagai Solusi Ketahanan Pangan pada Skala Rumah Tangga,” J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 9, no. 4, pp. 862–871, Nov. 2024, doi: 10.30653/jppm.v9i4.866.
[4] D. N. Arif and P. E. Ariaji, “Pengembangan hunian dan pertanian vertikal di bogor dengan pendekatan desain berbasis perilaku,” J. Sains Teknol. Urban Peranc. Arsit. Stupa, vol. 3, no. 1, p. 1063, May 2021, doi: 10.24912/stupa.v3i1.10908.
[5] T. V. Kumar and R. Verma, “A Comprehensive Review on Soilless Cultivation for Sustainable Agriculture,” J. Exp. Agric. Int., vol. 46, no. 6, pp. 193–207, Apr. 2024, doi: 10.9734/jeai/2024/v46i62470.
[6] D. Savvas and N. Gruda, “Application of soilless culture technologies in the modern greenhouse industry – A review,” Eur. J. Hortic. Sci., vol. 83, no. 5, pp. 280–293, Nov. 2018, doi: 10.17660/eJHS.2018/83.5.2.
[7] D. Widyabudiningsih et al., “Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi,” IJCA Indones. J. Chem. Anal., vol. 4, no. 1, pp. 30–39, Mar. 2021, doi: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art4.
[8] D. Arbiwati, A. R. Az, I. K. Sandhi, and A. H. Al Rosyid, “Pembuatan eco enzyme dan poc dengan memanfaatkan sampah rumah tangga organik menuju zero waste,” Dharma J. Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 2, p. 77, Nov. 2023, doi: 10.31315/dlppm.v4i2.11082.
[9] Y. Mangera and N. Y. Ekowati, “Analysis of the Nutrient Content of Liquid Organic Fertilizer (POC) Household Organic Waste in Rimba Jaya Village, Merauke Regency Using the Stacked Bucket Method,” J. Agron. Tanam. Trop. JUATIKA, vol. 4, no. 1, pp. 206–214, Jan. 2022, doi: 10.36378/juatika.v4i1.1833.
[10] N. Iqbal, A. Agrawal, S. Dubey, and J. Kumar, “Role of Decomposers in Agricultural Waste Management,” in Biotechnological Applications of Biomass, T. Peixoto Basso, T. Olitta Basso, and L. Carlos Basso, Eds., IntechOpen, 2021. doi: 10.5772/intechopen.93816.
[11] A. N. Bimanto and K. Sa’diyah, “Pengolahan Limbah Spent Wash Dengan Metode Anaerobic Digestion Di Pt Energi Agro Nusa,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 6, no. 2, pp. 354–361, May 2023, doi: 10.33795/distilat.v6i2.144.
[12] Y. Kurniati, A. Rahmat, B. I. Malianto, D. Nandayani, and W. S. W. Pratiwi, “Review Analisa Kondisi Optimum Dalam Proses Pembuatan Biogas,” Rekayasa, vol. 14, no. 2, pp. 272–281, Aug. 2021, doi: 10.21107/rekayasa.v14i2.11305.
[13] N. Jannah, R. A. H. E. Widyasari, L. F. Ginoga, and A. Syahwani, “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Domestik agar Memiliki Nilai Ekonomis untuk Pertanian Organik di Desa Cihideung Ilir, Ciampea, Kabupaten Bogor,” Agrokreatif J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 9, no. 3, pp. 386–393, Nov. 2023, doi: 10.29244/agrokreatif.9.3.386-393.
[14] Y. Rahmatullah, R. R. Kurniawan, S. N. Sari, and Destiarini, “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Organik Menjadi Pupuk POC Serta Cara Pengaplikasiannya Di Desa Penyandingan,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. DIASYA, vol. 1, no. 2, pp. 108–117, Jul. 2025, doi: 10.71200/diasya.v1i2.114.
[15] D. Prasetyo and R. Evizal, “Pembuatan dan Upaya Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Cair,” J. AGROTROPIKA, vol. 20, no. 2, p. 68, Oct. 2021, doi: 10.23960/ja.v20i2.5054.
[16] M. A. Okuputra, T. R. Faramitha, I. Hidayah, V. N. Siregar, and G. D. Prastio, “Analisis Peluang Usaha Urban Farming: Pengembangan Hidroponik di Desa Karangwidoro Kab. Malang,” J. Manaj., vol. 13, no. 1, p. 15, Feb. 2022, doi: 10.32832/jm-uika.v13i1.5123.
[17] D. Haryanta and S. A. Widya, “Liquid Organic Fertilizer (LOF) as a Waste Processing Strategy to Support Increasing Crop Production: a Review: Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Strategi Pengolahan Limbah dalam Mendukung Peningkatan Produksi Tanaman: sebuah Ulasan,” J. Appl. Plant Technol., vol. 3, no. 2, pp. 106–119, Nov. 2024, doi: 10.30742/65vpgp22.
[18] D. Miswar et al., “Pembuatan pupuk organik cair (POC) upaya pemanfaatan limbah batang pisang (musa paradisica l.) Di Desa Tanjung Aji,” BUGUH J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 3, pp. 24–31, Sep. 2021, doi: 10.23960/buguh.v2n3.1174.
[19] I. H. Fitriyani, Q. Q. A’yun, and G. Djajakirana, “Pembuatan dan aplikasi pupuk organik cair (poc) sebagai substitusi nutrisi ab mix terhadap tanaman kangkung (ipomoea reptans) pada hidroponik wick system,” J. Tanah Dan Sumberd. Lahan, vol. 10, no. 2, pp. 401–407, Jul. 2023, doi: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.23.
[20] D. W. Purba and J. Maulana, “Respon pemberian pupuk ab-mix dan berbagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (solanum melongena l.) secara hidroponik dengan sistem wick,” J. Agrotek Ummat, vol. 8, no. 2, p. 54, Oct. 2021, doi: 10.31764/jau.v8i2.5195.
[21] R. D. Kurniawati et al., “Kemandirian gerakan cinta sonik (sampah organik) mengelola sampah dari sumber rumah tangga desa lengkong Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung,” J. Pepadu, vol. 5, no. 1, pp. 1–13, Mar. 2024, doi: 10.29303/pepadu.v5i1.3911.
[22] E. K. Manik, S. B. Perangin-Angin, and H. Nolia, “Penyuluhan dan Pembuatan Pupuk Kompos Rumah Tangga di Desa Ajinembah Kecamatan Merek Kabupaten Karo,” J. Bul. Al-Ribaath, vol. 19, no. 1, p. 102, Jun. 2022, doi: 10.29406/br.v19i1.4106.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ulul Hidayah, Ariyanti Hartari, Pepi Rospina Pertiwi, Nurul Nisa'a Amin, Dewi Juliah Ratnaningsih, Restu Para Ratu, Nindyarahmah Isabillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






