PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING MELALUI PROGRAM DAPUR IBU LURAH
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i1.7412Kata Kunci:
economic empowerment, food diversification, productive skills, nutrition educationAbstrak
This Community Service activity was motivated by the high prevalence of stunting in Sooko Village, Mojokerto Regency, which is triggered by multidimensional factors including parental ignorance in fulfilling toddler nutrition, economic limitations, and the lack of synergy of sustainable programs among stakeholders at the village level. To address this, a series of activity implementation methods were carried out, including intensive nutrition education on stunting and the preparation of nutritious menus, local food diversification training to optimize affordable food ingredients, and productive skills training such as making herbal products using a food dehydrator and making ecoprint batik using a steaming technique. All methods were designed in a participatory and collaborative manner, involving the village government, health workers, and PKK members as participants, with direct mentoring from a team of academics to ensure the achievement of applicable and sustainable knowledge and skills transfer. This community service activity has been successfully implemented through a series of collaborative interventions between the village government, health workers, and academics in Sooko Village, Mojokerto Regency. The implementation results showed a significant increase in community capacity, including a 40% increase in nutritional knowledge, mastery of herbal product production skills (using a food dehydrator) and ecoprint batik by 100% of participants, and the establishment of a Healthy Fund mechanism from the allocation of group business profits to purchase nutritious food for stunted toddlers. Sustainable synergy between nutrition training, economic empowerment, and local policy support can be an effective blueprint for accelerating the reduction in stunting prevalence independently and sustainably.
Referensi
T. Mulyaningsih, I. Mohanty, V. Widyaningsih, T. A. Gebremedhin, R. Miranti, and V. H. Wiyono, “Beyond personal factors: Multilevel determinants of childhood stunting in Indonesia,” PLoS One, vol. 16, no. 11 November, pp. 1–19, 2021, doi: 10.1371/journal.pone.0260265.
J. Aurima, S. Susaldi, N. Agustina, A. Masturoh, R. Rahmawati, and M. Tresiana Monika Madhe, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia,” Open Access Jakarta J. Heal. Sci., vol. 1, no. 2, pp. 43–48, 2021, doi: 10.53801/oajjhs.v1i3.23.
K. K. R. I. Kemenkes RI, Profil Kesehatan Indonesia 2024. 2025.
B. P. S. R. I. BPS RI, Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2024, vol. 10. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2024.
E. A. Suryana and M. Azis, “The potential of economic loss due to stunting in indonesia,” J. Ekon. Kesehat. Indones., vol. 8, no. 1, pp. 52–65, 2023.
M. A. L. Suratri et al., “Risk factors for stunting among children under five years in the province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 20, no. 2, p. 1640, 2023.
K. Erman and W. Wicaksono, “Program Laktasi (Kelas Edukasi Orang Tua Cerdas Indonesia) Dalam Menurunkan Stunting,” Media Husada J. Community Serv., vol. 1, no. 1, pp. 34–40, 2021.
G. Nyoman, A. Erawati, I. K. Sumantra, and I. P. Sujana, “Analisis Penguatan Implementasi Program Kelas Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kota Denpasar,” Alam Lestari ; J. Perenc. Pembang. Wil. dan Pengelolaan Lingkung., vol. 9, no. 2, pp. 52–64, 2024.
R. Rismawati, S. A. Alfianti, I. Hasanah, S. Riskiyono, D. I. Wardhana, and T. Setyowati, “Sosialisasi dan Focus Group Discussion Pencegahan Serta Penanganan Stunting Sejak Dini di Desa Sumberanyar Kabupaten Bondowoso,” J. Community Dev., vol. 4, no. 2, pp. 173–180, 2023.
W. L. Nurpratama, U. P. Kinayungan, N. F. Asmi, and D. Sanjaya, “Edukasi Ibu Balita dan Kader Posyandu tentang Stunting di Puskesmas Mekarmukti,” J. Med. Mengabdi, vol. 1, no. 2, pp. 73–78, 2025.
U. Nursehah, A. Nuraeni, S. Ananda, and R. Irawan, “GERDUKMAS ( Gerakan Edukasi Masyarakat ): Pencegahan Stunting di Desa Sukarena , Kabupaten Serang , Banten,” vol. 1, no. 2, pp. 47–52, 2024.
A. N. Aulia, D. A. Maulana, Y. S. Shaffani, I. N. Brahmantiyo, and B. A. Firmansyah, “Penyuluhan dengan Metode Ceramah dan Diskusi Bersama Tentang Pencegahan Stunting Melalui Peran Orang Tua di Posyandu Dusun Curahwaru Desa Gambirono,” Sejag. J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 18–21, 2024.
M. Ansori, “Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Stunting Pada Kelompok Masyarakat Di Desa Kelampaian Kecamatan Pontang Kabupaten Serang,” J. Pengabdi. dan Pengemb. Masy. Indones., vol. 1, no. 1, pp. 1–4, 2022, doi: 10.56303/jppmi.v1i1.7.
E. Fitriahadi et al., “Meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Tentang Stunting Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Stunting,” J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 4, pp. 411–416, 2023.
D. Dwiyanti, I. E. Yani, and D. Yuska, “Pendampingan Praktik Membuat Flakes Komposit Tepung Jagung, Tempe Dan Daun Kelor Melalui Kader Kesehatan, PKK Dan UKM Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Nanggalo Padang,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. Bid. Ilmu Keperawatan Optim., vol. 1, no. 2, pp. 29–35, 2025.
A. I. Wakkary and L. M. N. Hutapea, “Kualitas Pengetahuan Ibu tentang Makanan Sehat untuk Mencegah Stunting,” Nutr. J., vol. 9, no. 1, p. 190, 2025, doi: 10.37771/nj.v9i1.1301.
E. M. Widodo, A. W. Astari, Y. Larasati, A. Y. Basuki, R. Mubarak, and A. M. Rafi, “Social media and digital marketing strategies for combating stunting: An intervention in Sidomulyo Village, Secang,” Community Empower., vol. 9, no. 7, pp. 1010–1016, 2024.
A. R. Sumartini, N. L. P. Indiani, and L. G. P. S. E. Jayanti, “Pemberdayaan UMKM, Pencegahan Stunting, Dan Revitalisasi Destinasi Ekowisata Di Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar,” Community Serv. J., vol. 5, no. 2, pp. 62–68, 2023, doi: 10.22225/csj.5.2.2023.62-68.
I. C. Rachmanda et al., “Sosialisasi Pengembangan UMKM dan Edukasi Gizi untuk Penurunan St unting di Desa Sukosari,” J. Pelayanan dan Pengabdi. Masy. Indones., vol. 4, no. 1, pp. 43–59, 2025, doi: 10.55606/jppmi.v4i1.1784.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Riska Aprilia Wardani, Nasrul Hadi Purwanto, Eko Agus Cahyono

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






